Skip to main content

Sejarah Membuktikan Pelembab Wajah Salah Satu Rahasia Kecantikan Cleopatra Hingga Ratu Inggris

Credit: mechtasbivaetsa1

Moisturizer atau pelembab, adalah racikan dari berbagai bahan baik itu alami maupun kimia yang dibuat untuk menghaluskan lapisan kulit paling luar. Pelembab meningkatkan kadar air pada kulit membantu mencegah kulit menjadi kering dan mengembalikan kulit kering kembali pada kondisi normal.

Kita membutuhkan pelembab karena pelindung pada lapisan terluar epidermis , yaitu lapisan yang menghalangi penguapan berlebihan pada kulit kita, terkadang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: faktor cuaca, atau mencuci tangan dengan sabun dan air panas secara berlebihan, juga iritasi kulit yang disebabkan oleh zat kimia.

Pelembab kulit telah ada sejak masa Mesir, Yunani dan Romawi kuno. Hal ini dibuktikan dengan penemuan lilin dan lemak binatang pada makam kuno di Mesir. Para ilmuwan meyakini masyarakat kuno telah mengenal pelembab untuk melindungi kulit dari cuaca, mencegah kulit kering, juga melembutkan kulit dan memperlambat proses penuaan. Jenis pelembab yang digunakan bergantung pada bahan yang tersedia. Bahan yang populer digunakan di antaranya: minyak alpukat, minyak palm, minyak zaitun, minyak wijen dan berbagai macam lemak binatang.


Olive oil (minyak zaitun)
credit: stevepb

Wanita yunani dan romawi kuno menggunakan roti dan susu sebagai bahan untuk antiaging. Galen, seorang Physician (dokter/tabib) terkenal di masa itu terkait sebagai pelopor yang memformulasikan cream pendingin. Melakukan eksperimen dengan memasukan air pada campuran minyak zaitun dan lilin dari sarang lebah. Hasilnya produk yang melembabkan dan memberikan sensasi sejuk pada kulit.

Selama berabad-abad, kebanyakan produk pelembab menggunakan bahan alami seperti vanila, cengkeh, lemon, madu, maupun minyak, lemak dan lilin. Ratu Elizabeth menggunakan cream yang terbuat dari tumbuhan Primula Veris untuk mencegah penuaan dini. Cream tersebut menjadi sangat populer setelahnya.

Primula Veris (Cowslip)
Credit: congerdesign

Pada abad ke-19, mulai banyak perusahaan farmasi yang memproduksi dan menjual bahan pelembab untuk produk rumahan, bahan yang yang lazim ditemui hingga saat ini adalah Petroleum Jelly yang ditemukan oleh ahli kimia bernama Chesebrough dan glycerine, di gunakan oleh produk perawatan kulit untuk mencegah dan menyembuhkan kekeringan pada kulit.

Dalam produk kosmetik modern, pelembab kulit yang umumnya di gunakan adalah emulsi minyak dalam air seperti krim dan lotion, selain itu juga emulsi air dalam minyak (cream tangan). Lilin, pasta dan salep jarang digunakan dengan alasan “Tidak elegan untuk kosmetik”.

Saat ini, ada ratusan bahkan ribuan jenis pelembab untuk berbagai jenis kulit, bahkan tersedia juga produk yang bisa membersihkan dan melembabkan, banyak produk saat ini menggunakan bahan khusus untuk alasan tertentu, seperti alpha hydroxy acids (AHAs) untuk antiaging.(y/s)

Referensi:

Bak, Gabriella ; Alexander S, Kenneth. (2015), Introduction to Cosmetic Formulation and Technology, John wiley and sons, Inc., Hoboken, new Jersey.

Loden, Marie; I. Maibach, Howard. (2005), Dry Skin and Moisturizers: Chemistry and Function (Dermatology: Clinical & Basic Science) 2nd edition, CRC Press, Boca raton London New York Washington, D.C.